Pentaskan Tari Lukah Gilo (detikHOT, 13 Maret 2017)

Pentaskan Tari Lukah Gilo
Foto: Galeri Indonesia Kaya
Komunitas tari Mila Art Dance mementaskan karya tari bertajuk Lukah Gilo di Auditorium Galeri Indonesia Kaya (GIK).

Jakarta – Mila Art Dance menjadi salah satu kelompok tari yang terpilih dalam ‘Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia’. Akhir pekan lalu, komunitas tari yang didirikan oleh Mila Rosinta Totoatmojo pada 2012 itu mementaskan karya tari bertajuk Lukah Gilo di Auditorium Galeri Indonesia Kaya (GIK).

Lukah Gilo atau ‘Lukoh Gilo’ terinspirasi dari sebuah tradisi di Riau tentang permainan mistis dengan menggunakan lukah. ‘Lukah’ adalah keranjang penangkap ikan dan mantra pemanggil arwah.

Lukah Gilo terletak pada gerakan lukah sebagai akibat masuknya makluk gaib yang telah diberi mantra oleh dukun. Permainan magis kerap dipentaskan sebagai hiburan di acara-acara besar pemerintahan hingga pernikahan. Tradisi itulah yang menginspirasi koreografer Duwi Novrianti untuk menciptakan tarian.

“Budaya tradisi dengan nuansa magis terus dipertahankan sebagai hiburan oleh masyarakat di Kabupaten Siak, Riau,” kata Mila Rosinta, dalam keterangan yang diterima, Senin (13/3/2017).

Lewat pementasan Lukoh Gilo, lanjut dia, dapat melestarikan budaya tradisi yang dikemas menjadi sesuatu yang ebrbeda tanpa meninggalkan esensi. “Kita harus terus menghormati keberadaan semua makluk di sekitar kita,” tambah Mila.

Diaransemen oleh komposer Muhammad Adnan Irfianto, nuansa mistis dan permainan menghibur hadir di pementasan kali ini. Para penari yang berpartisipasi adalah rma Indriyani, Rines Onyxi Tampubolon, Dea Agustina, Ahmad Susantri, Elan Fitra Dianto, dan Wahyu Kurnia.

Setelah Mila Art Dance, masih ada penampil lainnya dalam Ruang Kreatif yakni Regeneration Theatre, Kawung Art.Culture.Wisdom, Gaya Gayo, Semarang Magic Community, Logika Rasa, KitaPoleng, dan Solo Dance Studio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *